KLB Campak Meluas, Kemenkes Pastikan Stok Vaksin MR Lebih dari 16 Juta Dosis

  • Inung R Sulistyo
  • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

 

Stok Vaksin MR Nasional Aman, Kemenkes Siapkan 16 Juta Dosis Hadapi Lonjakan Campak
Stok Vaksin MR Nasional Aman, Kemenkes Siapkan 16 Juta Dosis Hadapi Lonjakan Campak (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 



RIWARA.id, JAKARTA –
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah.

Pemerintah menilai ketersediaan vaksin menjadi faktor penting dalam pengendalian wabah selain penguatan sistem surveilans dan deteksi dini kasus.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan imunisasi untuk merespons kejadian luar biasa (KLB) campak.

“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” ujar Rizka dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3/2026).

 

Stok Nasional Lebih dari 16 Juta Dosis

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, pemer intah memastikan stok vaksin MR nasional masih mencukupi.

Di tingkat pusat tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin, sementara di daerah telah terdistribusi sekitar 6,6 juta dosis yang tersebar di dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.

“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,” jelasnya.

Untuk memastikan ketersediaan vaksin tetap terpantau, Kementerian Kesehatan memanfaatkan sistem Satu Sehat Logistik (SSL) yang memantau inventori logistik kesehatan secara real time hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar wilayah memiliki cadangan vaksin yang memadai.

Sebanyak 23 provinsi tercatat memiliki stok vaksin untuk 2 hingga 5 bulan, sementara 9 provinsi memiliki stok untuk 5 hingga 7 bulan. Adapun 6 provinsi lainnya memiliki stok vaksin lebih dari 7 bulan.

Fokus Imunisasi di Wilayah Prioritas

Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign atau imunisasi kejar.

Program tersebut akan dilaksanakan di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian kasus campak di Indonesia.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan imunisasi pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin secara lengkap.

Vaksin MR Dipastikan Aman dan Efektif

Rizka juga menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imun isasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait aspek keamanan, mutu, dan khasiat.

Vaksin tersebut telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan setelah melalui kajian ilmiah oleh pemerintah dan Komite Imunisasi Nasional.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” katanya.

Sejumlah studi dan uji klinis menunjukkan bahwa vaksin MR mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella secara signifikan.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat seropositif antibodi mencapai lebih dari 90 persen pada anak-anak yang telah menerima vaksinasi.

Efek Samping Umumnya Ringan

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping vaksin, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya bersifat ringan dan sementara.

Efek yang mungkin terjadi antara lain demam ringan, kemerahan atau nyeri pada lokasi suntikan, serta ruam ringan.

“Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan dan biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” jelas Rizka.

Ke menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin

Di tengah meningkatnya kasus campak, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi keliru terkait vaksin yang beredar di media sosial.

Menurut Rizka, klaim yang menyebut vaksin mengandung microchip atau senjata biologis merupakan informasi yang tidak benar.

“Informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

“Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya,” pungkas Rizka.*

 

Kementerian Kesehatan memastikan stok vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman dengan lebih dari 16 juta dosis tersedia di pusat dan daerah. Pemerintah mempercepat program imunisasi untuk merespons lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News